Difficulty:BeginnerLength:ShortLanguages:url-selector#selectionChanged" data-controller="url-selector">EnglishBahasa IndonesiaTiếng Việt

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)


*
What You"ll Be Creating

Ketika pemilik situs menginstal sebuah theme WordPress baru, hal pertama yang mereka ingin lakukan adalah memperbaiki tampilan untuk menyesuaikan dengan branding atau preferenyêu thích mereka. Dan kebanyakan waktu, orang yang membeli, download, atau menginstal theme WordPress memiliki sedikit atau tidak ada pengalaman coding.

Bạn đang xem: Redux framework là gì

Jadi bagaimana kamu, sebatua seorang pengembang theme, memudahkan pengguna theme untuk memiliki sebanyak mungkin kendali terhadap tampilan situs mereka tanpage authority harus belajar tentang infobandarpkr.com?

Dengan membuat halaman / panel options, tentu saja!

Bagaimamãng cầu pun juga, halaman option theme tidak mudah dibuat—khususnya bagi para pengembang yang tidak memiliki banyak pengalaman dengan WordPress atau programming secara umum. Beruntungnya, ada framework option.

Apakah Framework Option itu?

Framework options adalah librari infobandarpkr.com, plugin atau class yang menyediakan fondamê say yang solid dimamãng cầu pengembang dapat dengan mudah dan cepat membangun untuk membuat dan menambahkan halaman options pada theme mereka. Ini memudahkan non-pengembang untuk menggunakan panel agar dengan cepat mengkustomađê mê tampilan situs mereka, tanpage authority menyentuh infobandarpkr.com.

Panel Options dapat digunakan untuk:

mengupload sebuah logo sản phẩm mengganti warna background atau properti CSS apapun dari sebuah elemen (seperti header atau footer theme) memilih skin atau layout yang telah ditentukan sebelumnya menambahkan custom CSS atau JavaScript dan banyak lagi

Pada dasarnya, panel options dapat menempatkan kekuatung ke dalam tangan pengguna theme dengan memudahkan mereka untuk mengubah hampir tiap aspek desain situs mereka.

Dalam seri ini, kita akan melihat framework yang sangat populer yang digunakan secara luas—Redux Framework.

Seri ini akan dibagi ke dalam bagian-bagian berikut:

Bagian 1: Pendahuluan Redux Framework dan Memadukannya Ke Dalam Theme Bagian 2: Menambahkan Sections dan Fields & Berkerja Dengan Pengaturan Konfigurađê mê Bagian 3: Menggunakan Options Dalam Theme (dan Widgets) Bagian 4: Alternatif Selain Redux Bagian 5: Kesimpulan

Apakah Framework Options Redux?

Redux Framework adalah sebuah framework options yang dilahirkan dari kombinađê mê empat framewowk, yaitu:

NPH, yang dibuat oleh Lee Mason dengan tujuan membuat sebuah framework yang kompatibel dengan persyaratung ThemeForest SMOF SimpleOptions, yang merupakan gabungan antara framework di atas, dibuat oleh Dovy Paukstys Versi Redux sebelumnya (Redux 2.0), dibuat oleh Daniel Griffiths dan berbasis NPH

Tyên ổn inti Redux terdiri dari pengembang ketiga framework tersebut. Project ini di bawah pengembangan aktif, yang mengupdate rilis secara reguler.

Fitur-Fitur Redux

Menggunakan WordPress Settings API Berbatua jenis field Validation class bawaan Dapat diperpanjang Fungham import/export, membolehkanmu untuk memaquý phái pengaturan di sepanjang situs

Mengapage authority Redux?

Gratis:
Redux gratis dan 100% open source. Kamu dapat menggunakan itu baik untuk project personal maupun komersial tanpa membayar apapun. Cocok pada ThemeForest: Redux memenuhi persyaratung Envato, membuatnya pilihan yang bagus bagi pengembang theme yang berharap untuk mengembangkan theme atau plugin untuk dijual di Envalớn marketplace. Populer: Redux digunakan lebih dari 250 (yang diketahui) cửa nhà dalam Envato lớn marketplace yang telah terjual lebih dari 6 juta dollar. Popularitas ini menunjukkan kekuatan framework ini. Mudah Digunakan: Jika kamu mengerti bagaimamãng cầu array berkerja, maka kamu dapat menggunakan Redux. Memulai dengan Redux sesederhamãng cầu membuat obyek konfiguramê man yang meliputi tidak lebih dari sebuah array yang menginduk. Fleksibel: Jika itu tidak memenuhi kebutuhanmu, Redux dapat diperluas untuk membuat custom field dan penanganan validation / error. Komunitas Yang Kuat: Sebuah komunitas yang kuat telah menjamur di sekitar Redux. Jika kamu sedikit memiliki masalah dan menyukai bantuan, kamu mungkin akan menemukan seseorang yang telah menghadapi masalah yang sama sebelumnya. Dan jika itu adalah fitur yang kamu persyaratkan, maka ada lebih dari 50 kontributor yang bersedia mendengarkan (dan barangkali menambahkannya dalam rilis berikutnya).

Menginstal Redux

Ada beberapa cara untuk menginstal Redux. Namun untuk tujuan tutorial ini, kita akan menginstalnya dari WordPress.org

Instal plugin seperti yang biasa kamu lakukan dengan plugin lainnya:

Pergi ke Plugins > Add New. Dalam kotak pencarian, masukkan Redux Framework dan kemudian klik Search Plugins. Dari halaman hasil, klik Install Now padomain authority hasil pertama. Setelah kamu menginstalnya, lanjutkan untuk mengaktifkannya seperti yang biasa kamu lakukan dengan plugin lain.

Mengaktifkan Mode Demo

Untuk mengaktifkan mode demo, pergi ke Plugins > Installed Plugins dan scroll ke Redux Framework. Kamu akan melihat sesuatu seperti ini:

*

Klik Activate Demo Mode.

Ini akan mengaktifkan mode test dan membuat sebuah panel options contoh bernama Sample Options di dalam Dashboard WordPress.

Xem thêm: Nghĩa Của Từ Milestone Là Gì ? Milestone Trong Quản Lý Dự Án Là Gì

*

Demo Mode dan halaman Sample Options akan membolehkanmu untuk memainkan sekitar Redux dan menjelajah berbasợi jenis field dimamãng cầu itu mengijinkanmu untuk membuatnya.

*

Memadukannya Ke Dalam Theme

Sejauh ini kita telah menginstal Redux dan mengaktifkan mode Demo untuk membolehkan kita menjelajah field yang berbeda yang dibolehkan Redux untuk dibuat.

Untuk memadukan Redux ke dalam theme, kita harus menginisialisasikannya dengan sebuah file konfiguramê mẩn baru. Ikuti tahap-tahap ini untuk menginisialisađam mê contoh Redux yang baru:

Arahkan ke direktori redux-framework dalam direktori Plugins WordPress (wp-content/plugins/) dan salin direktori sample ke dalam theme.Buka tệp tin functions.php dan tambahkan baris infobandarpkr.com di bawah:

Ketika kamu memuat ulang Dashboard WordPress dan mengarahkan ke Sample Options, kamu akan menyadari tidak adomain authority yang berubah—kamu masih memiliki sub-menu yang sama seperti sebelumnya. Ini karemãng cầu konfigurasi kita masih persis sama dengan sebelumnya. Kita hanya memindahkan file confid dari direktori plugin Redux ke dalam direktori theme kita.

Terlebih lagi, kamu mungkin melihat pesan error berikut:

*

Ini berdasarkan fakta bahwa kita memuat dua file config yang identik. Kamu dapat memperbaiki ini dengan pergi ke panel Plugins dan menonaktifkan Demo Mode.

*

Apage authority yang ingin kita lakukan adalah mulai dengan file config yang kosong. Redux hadir dengan satu untuk kenyamananmu. Jadi mari tautkan dengan itu.

Untuk melakukannya, ganti baris yang baru saja kamu tambahkan ke functions.php dari:

Ke:

Jika kamu kembali ke Dashboard, kamu akan menyadari bahwa panel Sample Options berimê mẩn satu section—trang chủ Settings—dan satu field, sebuah truyền thông media uploader yang tepatnya bernama Web Fonts.

*

Kita sekarang memiliki sebuah class config dasar yang dapat kita tambahkan section dan field.

Kesimpulan

Dalam bagian pertama seri ini, kita melihat Redux Framework, apa itu dan mengapa itu layak digunakan dalam projectmu. Kita melanjutkan dan menginstal sebuah instalađam mê segar Redux dan memeriksa fitur-fitur berbeda yang ditawarkannya kepadomain authority kita sebatua seorang pengembang theme.

Kita juga membuat sendiri tệp tin konfiguraham mê kerangka dasar untuk mendemonstrasikan bagaimamãng cầu kita dapat mulai memperkuat Redux untuk memenuhi kebutuhan khusus kita.

Xem thêm: " Put In Place Là Gì ? Put In Place Hay Là Put Into Place

Dalam tutorial berikutnya seri ini, kita akan mempelajari bagaimamãng cầu kita dapat menambahkan lebih banyak section, dan juga melihat pada menambahkan fields untuk section ini.